Dulu
sewaktu aku kecil aku pernah bertanya dipangkuan ibu “Ibu siapakah nanti orang
yang akan memberikan ku cinta yang tak ada henti-hentinya ?” Lalu ibu menjawab “Orang
itu adalah Ibu.”. Aku hanya menatap hampa pada Ibu.
Saat aku mulai tumbuh menjadi seorang gadis remaja. Aku mulai ragu pada
perkataan Ibu dulu. Aku yakin bahwa ada orang yang mencintai ku dalam sejati
selain Ibu, Yaitu kekasih ku.
Aku berfikir bahwa kekasih ku akan mencintai ku seumur hidupnya. Aku yakin
bahwa aku bisa merasakan kebahagian yang luar biasa saat aku bersama kekasihku.
Tapiiiii…. Saat waktu mulai berjalan lama aku merasakan bahwa cinta yang diberi
kekasihku tak sekuat dulu. Tak seperti dulu. Dia mulai suka marah padaku, dia
sedikit menjaga jarak tak seperti saat pertama kali kami berkenalan, dan dia
sering membuatku galau. Semenjak ada kekasihku aku tau aku lebih banyak
menghabiskan waktuku untuk menatap ke layar handphone daripada menatap kearah
raut wajah Ibu ku yang selama ini sudah merawatku.
Selama ini, seumur hidupku Ibu bahkan tak pernah membuatku Galau. Ibu selalu
berusaha untuk menyenangkan hatiku. Ibu
selalu saja mengajarkan ku untuk menjadi orang yang baik, dia tak pernah protes
saat aku marah karena aturannya yang menurutku terlalu banyak. Ketika aku salah
Ibu tak memukul ku, Ia hanya berbicara menasehati.
Ibu tak pernah mengutuk ku saat aku mulai sedikit membangkang perintahnya. Ibu
tak pernah berkata “Mulai saat ini kamu dan aku putus hubungan.” Berbeda dengan seorang
kekasih yang kadang begitu mudah bosan saat diri ini sedikit melakukan
kesalahan. Lalu dengan mudah kekasih itu mengakhiri hubungan itu dengan
meninggalkan satu kata “Maaf”.
Aku mulai tau bahwa hanya Ibu yang selalu setia berada disampingku hingga saat
ini. Hanya Ibu orang yang mampu bertahan dengan cintanya yang tak pernah
berkurang sedikitpun.
Hanya Ibu yang mampu mencintai ku dari dalam hatinya, bukan seperti kekasih
yang mencintai hanya sebatas dari mata turun ke hati.
Hanya Ibu yang mampu menyerahkan segala yang ia miliki padaku. Semua yang aku
pinta pasti akan ia turuti, sesusah apapun Ibu akan lakukan demi seorang anak.
Hanya Ibu yang mampu memberikan seluruh perasaan dan waktunya untuk ku.
Ibu bahkan mencintai ku sebelum IA tau bagaimana wujudku. Cantik kah, cacat
kah. Ibu tak peduli. Yang Ibu tau Ia akan bertaruh nyawa untuk memberikan ku
dunia. Ibu rela memberikan namanya untuk melindungi diri ini. Ibu mencintai ku saat aku masih dalam rahimnya.
Aku semakin tau bahwa cinta sepanjang masa itu adalah IBU…
Aku tau bahwa surga ku ada dibawah telapak kakinya…
Restuku ada padanya….
Aku tau hanya IBU yang tak pernah berhenti mengucapkan do’a untuk ku siang dan
malam…
Aku tau adalah IBU yang selalu dengan tulus memeberikan yang terbaik untukku….
Tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun karena baginya bahagiaku adalah
bahagia anakku.
ALLAH terimakasih karena ENGKAU telah menciptakan aku dari rahim seorang IBU
yang sangat mencintai ku….
terimakasih karena ENGKAU telah mengijinkan aku untuk memiliki IBU seperti
IBUku…
Dia terbaik untukku, YA ALLAH…
Dia segalanya bagiku, YA ALLAH…
YA ALLAH aku mohon cintailah IBUku seperti IBUku mencintai ku…
Kasihi dia seperti dia yang selalu mengasihi ku…
MAHA BESAR ENGKAU, YA ALLAH dengan segala ciptaanmu :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar