Welcome to winda's diary

Jangan lupa baca kisah seru winda disini dan jangan lupa tingglakan pesan dan senyuman anda :))

Kamis, 19 Desember 2013

Terimakasih IBU

Jika kita berbicara tentang Ibu maka tidak akan ada habisnya kita membicarakannya. “Ibu itu segalanya” “Ibu itu Malaikat” “Ibu itu penjaga yang sempurna” “Ibu itu bawel.” “Ibu suka marah-marah” yah itulah kata-kata yang mungkin sering kita dengar atau yang sering kita ucapkan jika kita berbicara tentang  ibu. Coba kita tengok ke wajah Ibu kita masing-masing . Mungkin sekarang wajahnya tak semuda dulu, umurnya yang bertambah membuat wajahnya terlihat menua, mungkin raga Ibu kita tak sekuat dulu umur yang membuat beliau gampang lelah, Tapi taukah kalian di balik sosoknya yang terlihat tua dan lelah  ibu masih punya seseuatu yang sangat kuat dan tak akan pernah lemah sampai akhir hayatnya. Kita pasti tau sesuatu itu apa ? Yaps…. Seseuatu itu adalah Jiwa. Jiwa Ibu tak pernah lelah untuk menyayangi Kita, buah hatinya. Jiwa itu tak pernah lelah merangkul kita saat jiwa kita lemah, Jiwa Ibu tak pernah padam karena Jiwa Ibu adalah Api semangat untuk kita menjalani hidup. Itu semua adalah sedikit dari wujud kasih sayang Ibu kepada kita karena masih banyak wujud kasih sayangnya yang lain. Kasih sayang Ibu  yang diberikan untuk kita sangat lah besar bahkan Emas pun tak mampu membayarnya. Pernah kita berfikir bahwa “Ibu tak pernah sayang kita, Ibu egois” Coba kau pikirkan ulang kata-kata kita. Jika Ibu tak sayang pada kita dan egois, Ibu tak akan mau susah-susah merusak bodinya demi mengandung kita selama 9 bulan. Jika Ibu egois, Ibu tak akan sudi bertaruh nyawa saat melahirkan kita dan Jika Ibu tak sayang kita Ibu tak akan mau merawat kita sampai sekarang.


Coba kita renungkan bersama. Banyak orang di luar sana yang tak sempat atau yang sudah tak bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu karena Ibunya telah ‘pergi’. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang Ibu, mereka ingin seperti kita  yang setiap saat bisa merasakan sentuhan kasih sayang seorang Ibu. Seharusnya kita bisa merasakan bahwa ALLAH masih sayang sama kita. ALLAH masih mengijinkan kita dirawat oleh tangan lembut seorang Ibu.


Sekarang coba tatap mata ibu kita. Apa pernah sekali saja kita mengatakan bahwa kita mencintai Ibu dan mau mebasuh kakinya ?Seperti saat Ibu merawat kita yang masih bayi. Pasti akan jarang sekali yang menjawab ‘pernah’.
Maka inilah saatnya kita berterimaksih pada Ibu atas segala jasanya pada kita . Mendekatlah ke arah Ibu kalian, Rangkullah Beliau, Bisikan bahwa kalian mencintai mereka katakan bahwa  kau sangat bersyukur memilikinya dan ucapkan terimakasih atas segala pengorbanannya lalu kemudian basuh kaki Ibu agar kalian bisa benar-benar merasakan bahwa Surga Dibawah telapak kaki IBU J

Untu kalian para wanita jangan lupa untuk mengunjungi web perempuan.com di  www.perempuan.com  supaya kita para wanita selalu update tentang artikel-artikel kesehetan, kecantikan, dan seputar gaya hidup








Rabu, 11 Desember 2013

Tentang ku dan kuasaNYA

By : Winda A Tyas
Aku berjalan diatas cahayaNYA
cahaya yang membebaskan ku dari kebutaan malam
cahaya yang menuntunku keraarah jalan lurusNYA
cahaya yang kusebut sebuah anugerah


Tanpa cahaya itu apalah aku 
Serpihan debu yang tak terlihat atau rontokan daun ditengah keramainan 
mungkin bahkan Tumpukan sampah yang membusuk dan menganggu 


Aku berdiri dengan gengaman tanganNYA yang penuh kasih sayang 
memberi ku alasan untuk tetap berdiri meski duri menusuk 
memberi alasan ku untuk tetap disini meskipun dunia tak menginginkan 
Hingga aku tahu bernafas adalah kesempatan dariNYA 
Membuka mata adalah cara yang diberikanNYA  untuk tetap melihat keindahan ciptaanNYA 
dan Hidup adalah cara yang diberikanNYA agar mencari Ridho di surga duniaNYA untuk bekal ketika mati menghadapNYA