Welcome to winda's diary

Jangan lupa baca kisah seru winda disini dan jangan lupa tingglakan pesan dan senyuman anda :))

Sabtu, 24 Mei 2014

Mimpi Besar Itu Di Liverpool




"Sepak Bola" siapa yang tidak mengenal permainan ini ? Di jaman yang serba modern ini baik kaum adam maupun hawa pastinya mengenal sepak bola. Apalagi saat ini demam sepak bola semakin merajalela di seantero dunia. Sepak bola bisa dikatakan sebagai salah satu magnet pemersatu perbedaan. Tak peduli tua muda, kaya miskin, laki-laki wanita semua ikut bersama menikmati pertandingan yang normalnya berjalan 2x45 menit itu. Semua orang ikut hanyut dalam pesta pertandingan sepak bola. 
Ngomong-ngomong soal sepak bola pasti tak jauh juga dari negara yang mendapat julukan sebagai negara sepak bola. Negara manakah yang mendapat julukan negara sepak bola ? Argentina atau Italia ? Bukan.. melainkan INGRRIS. Seperti yang banyak kita ketahui bahwa Inggris adalah negara pengembang sepak bola modern dan di inggris pulalah banyak pemain bintang yang berlatih disana. seperti contohnya : david Beckham, Luis Suarez, Fernando torres, Mesut oezil, dan masih banyak lagi. Sebagian dari kita tentu tau bahwa Inggris memiliki Liga Utama yang disebut dengan BPL atau Barclays Premier League.  BPL juga menjadi impian bagi sebagian pemain sepak bola diseluruh dunia untuk dapat merumput  disalah satu klub yang berlaga di BPL tersebut.



Jangankan mereka yang para pemain sepak bola saya pun juga ingin sekali bisa pergi ke Inggris. Untuk apa ? Untuk bermain bola ? atau untuk bergabung disalah satu klub BPL ? Tentu saja tidak karena saya tidak bisa menggocek bola dan saya juga bukan pemain bola. Saya ingin sekali bisa berkunjung ke Inggiris karena saya termasuk salah satu kaum hawa yang menggilai bola. Yaps… saya mulai menggemari menonton pertandingan sepak bola sejak saya duduk dibangku kelas 2 SD itu berarti sekitar 12 tahun yang lalu. 
Namun baru pada tahun 2009 saya mulai menyukai Barclays Premier League yang pada taun itu namanya masih terkenal dengan EPL(English premier league). Semenjak saat itu saya selalu bermimpi jika suatu saat saya bisa pergi ke Inggris lebih tepatnya saya ingin berkunjung ke salah satu kota yang berada di metropolitan county Merseyside yang letaknya di barat laut inggris yaitu LIVERPOOL.
 





Kenapa Liverpool ? 
Yaaaa… saya adalah penggemar dari klub Liverpool. Salah satu klub terbesar yang ada di Inggris. Klub yang terkenal dengan julukan The Reds tapi gak pakek Devils. hehehe. Dan kenapa saya sangat menyukai liverpool ? itu karena Liverpool termasuk klub dengan para pemain dan pendukung yang berloyalitas tinggi. Itu menjadi alasan utama saya kenapa saya ingin sekali pergi ke Inggris. Jika saya diberi kesempatan untuk berada di Liverpool satu-satunya tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Anfiled stadium. Anfield stadium adalah stadion utama atau bisa dikatakan kandangnya klub LIVERPOOL. Disana yang pertama kali akan saya lakukan adalah mungkin saya akan berfoto di depan patung bill shankly, The greatest manager ever dan juga bernarsis ria di depan shankly gates, yaitu gerbang utama untuk memasuki anfield. Di gerbang itu terdapat sebuah tulisan You’ll never Walk Alone yang artinya Kamu tidak akan pernah berjalan sendirian, seperti yang banyak orang tau bahwa You’ll never walk alone atau yang biasa disingkat YNWA adalah sebuah moto dan juga lagu wajib yang harus dinyanyikan para kopites saat tim kesayangan mereka, liverpool sedang bertanding.








berbicara soal menyanyikan lagu YNWA saya juga ingin sekali bisa menyanyikan lagu tersebut di anfield stadium bersama ribuan liverpudlian lainnya untuk memberi dukungan kepada Liverpool yang sedang bertanding. Saya akan menyanyikan lagu tersebut dengan lantang di spion kop, tribun yang dulunya sempat menjadi saksi bisu tragedi Hillsborough,  sebuah musibah yang telah menewaskan 96 nyawa para pendukung Liverpool. Saya akan bernyanyi dengan keras, gak peduli dibilang alay :D yang penting eksis dan seneng. Saya ingin menyatu bersama teman-teman liverpudlian lainnya dan menjadi bagian dari lautan merah di anfield stadium. Saya benar-benar memimpikan bisa melihat pasukan yang dikapteni oleh Steven Gerrard itu bermain bola langsung didepan mata saya tanpa ada layar kaca yang menjadi pembatasnya. Disana saya juga akan membentangkan syal yang bertuliskan "LIVERPOOL FC" , bahkan jika perlu saya akan membuat sebuah spanduk bertuliskan "I'M KOPITES FROM SIDOARJO, INDONESIA" biar semua orang bisa merasakan betapa bangganya saya bisa berada disana.





Sungguh alasan yang luar biasa. Karena menurutku pergi ke Inggris akan hampa rasanya bila kita tak sempat merasakan gegap gempita pertandingan sepak bola. Apalagi jika Liverpool yang bermain. Oleh karena itu aku membuat tulisan ini supaya aku bisa mewujudkan impian luar biasa ku ini bila aku bisa terpilih menjadi salah satu pemenang utama jalan-jalan ke Inggris berasama Mr. Potato, cemilan favorit yang selalu menemani aku saat nonton bola dirumah. Oh ya dan pastinya akan seru juga kalau liburan ke Inggris selalu ditemani mister potato rasa pedas biar makin kriuk-kriuk liburannya :D











Rabu, 21 Mei 2014

Guruku, Misterius!-Part 2

Waktu terus bergulir dengan cepat, Hari tanggal bulan pun ikut berganti dan aku pun terus melaluinya. Sampai saat ini Aku masih terus les privat bersama Adi sepulang sekolah seperti biasanya dan juga ditempat yang sama. Semenjak Adi menjadi guru les ku, rasa takutku terhadap pelajaran matematika sedikit teratasi. Sekarang aku bisa lebih relaks dan gak tegang tiap Bu Ana masuk kelas apalagi ketika Bu Ana memanggil nama ku untuk mengerjakan soal di papan, sekarang aku udah gak perlu kabur lagi karena takut gak bisa ngerjain. Aku tetap mengerjakan soal yang ada dipapan sesuai dengan kemampuanku karena Adi pernah bilang sama aku “Apapun hasilnya. Salah atau benar kamu harus berani mencoba Karena dengan begitu kamu akan tau hasil dari usahamu.”…
Adi bener-bener pahlawan tanpa tanda jasa buat ku… Dia adalah guru terbaik dan terikhlas yang pernah aku temui. Berkat Adi semua terasa mudah.


“Tumben kamu ngajakin aku jalan-jalan di taman kota.” Ujar ku padanya. Gak tau kenapa hari ini Adi mendadak sok romantis. Seusai dari les tadi dia ngajakin aku makan es krim sambil jalan-jalan di taman. Eh tapi yang makan es krim cuman aku aja sih soalnya dia gak suka es krim katanya.
“Ya gak papa biar gak jenuh aja.” Jawabnya singkat.
“Oh yaa.. Aku mau bilang makasi banget ya sama kamu. Berkat kamu, aku ngerasa gak takut lagi sama matematika.”
“Gak perlu bilang makasi sekarang. Perjalanan kamu itu masih panjang. Kamu masih terus harus berjuang buat ujian kenaikan kelas nanti dan kamu juga harus bisa dapat nilai yang bagus terutama dipelajaran matematika.” Ujarnya meberi nasehat.
“Iyasih.. Aku gak tau deh gimana nasib aku kalau aku gak pernah ketemu sama kamu. Mungkin sampek saat ini aku masih menjadi siswi yang paling dibenci sama Bu Ana  dan aku akan sering dipermalukan didepan kelas karena kebodohan ku itu.”
“Ini semua bukan karena aku kok tapi ini semua karena kamu punya niat untuk berubah dan mau belajar. Aku disini kan cuman membimbing kamu. Dari awal aku bisa liat kalau kamu sebenernya juga pengen pinter, cuman waktu itu kamu belum bisa aja nemuin guru yang bisa membuat kamu nyaman ketika mengajarkan matematika ke kamu. Kamu terlalu meyakini pikiranmu kalau semua guru matematika itu jahat.”
“Iya kamu bener banget, Di. Dan ternyata pikiran ku itu salah, gak semua guru matematika itu jahat.” Ujarku sambil menatap matanya. Baru kali ini aku bener-bener bisa menatap matanya selama ini aku gak pernah berani buat ngelakuinnya karena aku takut dia marah tapi ternyata enggak, dia malah berbalik menatap mataku dan tersenyum…
Haduuuh.. lagi lagi bikin melting ajadeh ini cowok…




Gak tau kenapa hari ini aku sebel banget. Mungkin karena terlalu banyak tugas yang menumpuk dan juga bentar lagi udah ujian akhir semester. Otak ku rasanya panas banget ngerjain tugas-tugas ini. Susah pulaaa…
“Aduuuh… Aku capek belajar deh rasanya.” Keluh ku pada Adi
“kok gitu sih ? kemaren-kemaren kan kamu udah semangat banget buat belajar. Ayo dong masak mau males lagi.” UJar Adi menyemangati
“Tapiii.. Di…”
“Yang namanya belajar itu gak ada kata tapi”
“Iya ya. Aku gak tau deh kalau gak ada kamu nanti pasti aku gak bisa serajin ini belajarnya.”
“Kamu harus terus belajar sekalipun itu tanpa aku…..” Ujarnya datar… Sekilas aku menatap kearah wajahnya dan wajahnya seperti serius banget. Kalau udah kayak gini mending aku gak usah ngomong deh daripada aku diamarahi..
Eh tunggu deh kok aku kayak ngalamin dejavu ya waktu denger kata-kata Adi barusan tapi kapan ya ? Ah tau lah mending aku lanjutin ngerjain tugasku yang belum kelar ini.
“Konvers dari pernyataan: “Jika 4 + 5 ≠ 9 maka kucing dapat terbang” adalah……” Ejaku membaca soal logika matematika


“Yeshiiii….” Suara cempreng itu kayaknya pernah tau… Itu kan suara Caca.
Aku menoleh kearah asal suara itu dan ternyata benar setelah aku liat di depan pintu perpusatakaan kota sudah berdiri dengan centilnya seorang Caca.
“Yeshii.. apakabar ? Kamu sehat kan ? Kamu ngapain disini ? Tumben”Ujarnya sambil mencium pipi kanan dan pipi kiriku.. Ini nih kumat lebay nya. Padahal tadi disekolah juga ketemu pakek nanyain apakabar lagi udah kayak sinetron seorang ibu yang lama gak ketemu anaknya ajadeh.
“Aduuuh.. ca gak usah lebay deh. Malu diliatnya”Ujarku sebal.
“Yaelah shi kamu sih suka gitu sama aku. Oh ya kamu belum jawab pertanyaanku tadi. Ngapain kamu disini ? Tumben.. Ini buku-buku banyak bener. Kamu habis belajar ya ? Yaampun aku terharu banget jadi selama ini kamu udah bisa jago matematika karena sering belajar sendirian disini.”Celoteh Caca panjang lebar
Tunggu deh Caca jahat banget gak menganggap Adi ada.. Masak aku dibilang sendirian
“Siapa bilang aku belajar sendirian. AKu belajar sama guru privat aku.”
“Mana ?”Tanya Caca
Dasar udah lebay. Pura-pura gak liat kalau ada sosok cowok disebalahku lagi “Lah ini… Or…aaa…”Aku  tak meneruskan kata-kata ku. Kok tiba-tiba Adi gak adasih ? Padahal tadi dia masih disebelah ku sini.
Aku hanya bisa menyengir pasrah kearah caca.
“Huh.. dasar penipu. Katanya ada guru privatnya. Ternyata enggak ada.”Ujar Caca sebal
“Tadi beneran ada loh , ca. Disebelah ku sini.”Bela ku
“Ya terus mana orangnya ? Orang kosong gt kok kursi yang disebalahmu”
“Nah itu dia kok tiba-tiba dia ngilang ya ?Apa dia tadi buru-buru pulang.”Tebakku.
Aneh… kenapa Adi tiba-tiba ngilang gini sih. Kalau dia emang buru-buru pulang masak iya dia gak sempet pamit sebentar sama aku. Atau jangan-jangan dia menghindar dari Caca kan dia pernah bilang kalau ini semua rahasia ? Bisa jadi gitu sih. Misterius deh…



“Yeshi.. Tadi mama dapet telpon dari Bu Ana.” Ujar mama
Bu Ana telpon mama lagi ?? Aduhhh.. ada masalah apa lagi sih ? Bukannya akhir-akhir ini nilai ku baik-baik aja ya malah cenderung meningkat.
“Bu Ana ngomong apa aja ma ? Pasti ngelaporin soal nilai ku yang jelek ya ma ?”Tanya ku dengan memasang muka cemas
“Beliau telpon mama untuk melaporkan hasil belajar kamu. Cuman kali ini beliau tidak mengeluhkan soal nilai matematika mu. Dia malah bilang kalau kamu sudah mengalami peningkatan yang sangat pesat loh”
“Hah serius ma ?” Tanya ku setengah gak percaya. Ya sebenernya sih aku juga udah tau kalau aku mengalami peningkatan :D cuman gak prnah nyangka aja kalau Bu Ana bilang peningkatan ku sangat pesat.
“Mama jadi heran deh kok bisa ya anak mama yang males belajar matematika jadi pinter matematika gini.” UJar mama sambil menatap curiga padaku.
“Um.. mama ngeliatinnya gitu banget deh. Aku kan mau berubah ma , aku pengen jadi anak pintar yang bisa mama banggain. Aku kasian aja ngeliat mama selama ini selalu bingung mencari cara supaya aku bisa pinter di bidang matematika.”
“Kenapa gak daridulu aja ya anak mama begininya.” Ujar mama sambil memelukku. Aku tau mama sudah mulai bangga pada hasilku. Terimakasih ya Adi ini semua berat jasamu… J Love ya :*



“Adi.. kamu tau gak kemaren Bu Ana telpon mama ku loh, Beliau bilang kalau nilai ku mengalami peningkatan yang pesat.” Curhat ku dengan bangga
“Bagus dong terus dipertahankan dan ditingkatkan ya.” UJarnya. Dari binar matanya sih aku bisa menangkap isyarat kalau Adi juga ikut bangga.
“Oh ya mumpung aki inget nih. Aku mau tanya kemaren kamu kok tiba-tiba ngilang ninggalin aku di perpus sih ?” Tanyaku mengingat kejadian kemaren saat dia tiba-tiba ngilang gitu aja.
“Nggggg…. Aku kemaren ituuuu… buru-buru pulang karna ada perlu” Jawabnya gugup
“Pulang kok gak pamitan dulu sih ?” Tanyaku sebal.
“Ya kan kemaren aku liat kayaknya kamu lagi asyik ngobrol sama temen kamu jadi aku gak mau ganggu aja.”Terangnya.
“Oh gitu..”
“Yaudah yuk jalan lagi. Aku anterin kamu sampai rumah,”
Seneng banget sore ini Adi mau nemenin aku pulang sampai rumah meskipun jalan kaki tapi gak papa justru aku bisa lebih lama lagi bareng sama dia. Rasanya so sweet banget meskipun setelah percakapan itu kami lebih banyak untuk diam tapi aku tau jantungku tak pernah berhenti berdecak kencang saat aku mengetahui dia sedang melirik ke arahku beberapa kali. AAaaaaak… apa aku sedang dilanda jatuh cinta ????

“Makasi ya, Di udah nemenin aku jalan kaki pulang kerumah.”
“Ya sama-sama. Yaudah kamu masuk kedalam gih.” Suruhnya.
“Eh… iyaa aku mau masuk ini…kamu gak pulang ?”Tanya ku salting.
Duh bego banget sih.. Kamu itu malah kesannya ngusir tau gak seharusnya kamu nawarin dia kek buat mampir masuk kerumah.
“Yeshi…. Kamu udah pulang” Tanya mama dari depan pintu. Aku berjalan menghampiri mama dari arah pintu pagar. Mumpung Adi masih ada disini mending aku kenalin sekalian aja kali ya sama mama ku. Biar mereka akrab.
“Em ma.. ikut aku yuk ke depan pagar. Aku mau kenalin mama sama temen aku.”Ajak ku
“Temen kamu ?”Tanya mama heran.
“Iyaa udah ayuk ikut dulu.” Aku menarik tangan mama supaya ikut denganku.
“Mana temanmu ?” Tanya mama sesampainya kami didepan pintu pagar dan ternyata disana sudah tidak ada orang. Ih.. nyebelin banget si Adi ini tadi masi ada disini sekarang udah nyelonor main pulang aja. Suka ngilang tiba-tiba nih
“Iya ya ma kok udah gak ada ya ?” Ujar ku sambil mencari sosok Adi. Siapa tau dia masih berjalan belum jauh dari sekitar rumah ku tapi ternyata hasilnya nihil. Batang hidungnya sudah tak terlihat lagi.
“Yaudah mungkin tadi dia buru-buru. Mending kita masuk kedalam aja. Udah mau maghrib nih.”



Aneh….Kenapa semakin kesini aku ngerasa Adi semakin misterius ya ??Dia jadi suka ngilang secara tiba-tiba waktu dulu munculnya juga secara tiba-tiba. Hem… kenapa sih dia itu sok misterius gitu. Oh ya ya aku tau pasti dia ngelakuin ini supaya aku mengira dia adalah manusia jadi-jadian gitu kan ? manusia vampire, superman, manusia serigala, zoro… Etdah dikira hidup disinetron apa ya ?? Lebay banget deh tuh cowok. Eh tapi yang lebay tuh dia atau otak ku ajasih yang mikirnya kejauhan. Ah pusing deh. 

Senin, 19 Mei 2014

Cinta sepanjang masa itu…… ibu

Dulu sewaktu aku kecil aku pernah bertanya dipangkuan ibu “Ibu siapakah nanti orang yang akan memberikan ku cinta yang tak ada henti-hentinya ?” Lalu ibu menjawab “Orang itu adalah Ibu.”. Aku hanya menatap hampa pada Ibu. 

Saat aku mulai tumbuh menjadi seorang gadis remaja. Aku mulai ragu pada perkataan Ibu dulu. Aku yakin bahwa ada orang yang mencintai ku dalam sejati selain Ibu, Yaitu kekasih ku.
Aku berfikir bahwa kekasih ku akan mencintai ku seumur hidupnya. Aku yakin bahwa aku bisa merasakan kebahagian yang luar biasa saat aku bersama kekasihku. Tapiiiii…. Saat waktu mulai berjalan lama aku merasakan bahwa cinta yang diberi kekasihku tak sekuat dulu. Tak seperti dulu. Dia mulai suka marah padaku, dia sedikit menjaga jarak tak seperti saat pertama kali kami berkenalan, dan dia sering membuatku galau. Semenjak ada kekasihku aku tau aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk menatap ke layar handphone daripada menatap kearah raut wajah Ibu ku yang selama ini sudah merawatku.

Selama ini, seumur hidupku Ibu bahkan tak pernah membuatku Galau. Ibu selalu berusaha untuk menyenangkan hatiku.  Ibu selalu saja mengajarkan ku untuk menjadi orang yang baik, dia tak pernah protes saat aku marah karena aturannya yang menurutku terlalu banyak. Ketika aku salah Ibu tak memukul ku, Ia hanya berbicara menasehati.

Ibu tak pernah mengutuk ku saat aku mulai sedikit membangkang perintahnya. Ibu tak pernah berkata “Mulai saat ini kamu dan aku putus hubungan.” Berbeda dengan seorang kekasih yang kadang begitu mudah bosan saat diri ini sedikit melakukan kesalahan. Lalu dengan mudah kekasih itu mengakhiri hubungan itu dengan meninggalkan satu kata “Maaf”.

Aku mulai tau bahwa hanya Ibu yang selalu setia berada disampingku hingga saat ini. Hanya Ibu orang yang mampu bertahan dengan cintanya yang tak pernah berkurang sedikitpun.
Hanya Ibu yang mampu mencintai ku dari dalam hatinya, bukan seperti kekasih yang mencintai hanya sebatas dari mata turun ke hati.
Hanya Ibu yang mampu menyerahkan segala yang ia miliki padaku. Semua yang aku pinta pasti akan ia turuti, sesusah apapun Ibu akan lakukan demi seorang anak.
Hanya Ibu yang mampu memberikan seluruh perasaan dan waktunya untuk ku.  

Ibu bahkan mencintai ku sebelum IA tau bagaimana wujudku. Cantik kah, cacat kah. Ibu tak peduli. Yang Ibu tau Ia akan bertaruh nyawa untuk memberikan ku dunia. Ibu rela memberikan namanya untuk melindungi diri ini. Ibu mencintai ku saat aku masih dalam rahimnya.

Aku semakin tau bahwa cinta sepanjang masa itu adalah IBU…
Aku tau bahwa surga ku ada dibawah telapak kakinya…
Restuku ada padanya….
Aku tau hanya IBU yang tak pernah berhenti mengucapkan do’a untuk ku siang dan malam…
Aku tau adalah IBU yang selalu dengan tulus memeberikan yang terbaik untukku…. Tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun karena baginya bahagiaku adalah bahagia anakku.



ALLAH terimakasih karena ENGKAU telah menciptakan aku dari rahim seorang IBU yang sangat mencintai ku….
terimakasih karena ENGKAU telah mengijinkan aku untuk memiliki IBU seperti IBUku…
Dia terbaik untukku, YA ALLAH…
Dia segalanya bagiku, YA ALLAH…
YA ALLAH aku mohon cintailah IBUku seperti IBUku mencintai ku…
Kasihi dia seperti dia yang selalu mengasihi ku…
MAHA BESAR ENGKAU, YA ALLAH dengan segala ciptaanmu :)

















Minggu, 18 Mei 2014

Guruku, Misterius ! Part 1

Kamu harus terus belajar sekalipun itu tanpa aku…..


21 Januari 2014


Yeshi  Yeshi  Yeshi...
Terdengar samar-samar suara mama memanggil-manggil namaku…
“Aww…” Aku mengerang kesakitan sambil memegangi kepala ku yang nampaknya sudah berbalut dengan perban. Entah sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri pasca kecelakan yang menimpa ku waktu itu. Yang aku ingat pada saat itu ada sebuah sepeda motor yang menyambar badanku dan kemudian aku jatuh terkapar setelah itu aku tidak tau apa-apa.
“Yeshi.. Akhirnya kamu udah sadar setelah 5 jam kamu pingsan” Ujar mama dengan khawatir
“Yeshi ada dirumah sakit ya ma ?” Tanyaku sambil melihat ke sekeliling ruangan yang serba putih ini
“iya, tadi orang-orang disekitar kejadian kecelakan yang membawa kamu kesini dan menelpon mama. Kamu itu kok bisa sih sampek kayak gini ? Ini nih pasti akibat dari kamu kabur dari sekolahan, iya kan ?” Mama mencecar ku dengan bebagai pertanyaan… HAduh ma tolong sekarang timingnya lagi gak tepat buat ngeintrogasi aku.
“Bahas itunya entar ajadeh ma kalau aku udah sembuhan dikit.” Jawabku lemas
“Kamu tuh ya kebiasaan kalau diajak ngomong soal sekolah selalu aja males.” Omel mama padaku.
“Oh ya.. Terus yang nabrak aku gimana ? dia udah digebukin warga sekitar kan ?”Tanya ku pada mama tentang si penabrak kurang ajar itu. Enak aja dia nabrak-nabrak aku sampek luka kepala kayak gini kalau aku sampek lupa ingatan gimana cobak ? huuu… tapi kalau dipikir-pikir aku juga sih yang salah kan waktu itu aku nyebrang sambil ngelamun jadi lupa buat tengok kanan-kiri. Ah masa bodo yang namanya yeshi gak pernah salah kok, lagian salah sendiri dia naik motornya gak ati-ati.
“Si penabrak kamu juga masuk rumah sakit sih katanya tapi mama gak tau rumah sakitnya dimana. Denger-denger setelah dia menyerempet badan kamu dia reflek langsung banting stir gitu dan jatuh juga.”
“Sukurin tuh biar tau rasa” Ujar ku jengkel.



Setelah kurang lebih 3 hari aku menjalani perawatan intensif dirumah sakit. Akhirnya hari ini aku diperbolehkan pulang tapi aku memutuskan istirahat dirumah dulu aja untuk satu hari kedepan. Masih males buat masuk ke sekolah apalagi kalau harus ketemu pelajaran matematika yang super duper menyebalkan sama kayak gurunya yang ngajar itu.
“Yeshi mama dapat kabar duka.” Ujar mama sambil mengotak-atik hapenya.
“Kabar duka apaan ma ? Siapa yang meininggal ?”Tanyaku penasaran.
“Kamu inget kan yang beberapa hari lalu mama telpon LBB buat nyariin calon guru privat untuk les matematika mu itu ?”
“Iya ya inget….” Jawabku sambil mengangguk paham
“Nah waktu itu kan calon gurunya udah ada nih buat kamu. Eh sekarang malah calon guru mu itu meninggal barusan ini. Mama barusan dapet sms dari pihak LBB nih.” Mama menunjukan bukti sms nya padaku.
“Innalillahi wainaillahi roji’un. Kasian banget ya ma, mungkin beliau meninggal karena tegang otak mikirin rumus matematika kali ya ma ?”
“Hush.. kamu itu ngaco bener sih ngomongnya. Udah ah mama mau masakin bubur buat makan siang kamu.” Mama lantas berjalan keluar dari kamar ku.

Kasian banget sih tuh calon guruku belum sempet ngajar eh udah meninggal aja. Padahal kan dia belum ngerasain ngajar siswi bodoh matematika kayak aku gini. Kalau diitung-itung nih mama udah sering banget nyariin aku guru privat buat pelajaran matematika, kalau ditotal bisa nyampek 4x ganti guru dalam kurun waktu setengah semester. Semua guru privat yang ngajar aku selalu mengundurkan diri dan angkat tangan atas kebodohan ku ini. Aku gak tau kenapa aku bisa buta akan pelajaran matematika ya ? AKu phobia matematika kali ya.. Ah masa bodo sama yang namanya matematika.



“Yeshi….” Kalau suara cempreng yang teriak ini sih pasti suaranya caca. Caca adalah the one and only temen ku disekolahan ini cuman dia aja yang mau berteman sama cewek bodoh matematika kayak aku yang lain udah pada illfil semua liat aku beserta isi otak ku.
“hai ca” Sapa ku balik
“Kangeng banget sama kamu. Kamu udah sembuh kan ? Luka kamu gak parah ”Tanyanya sambil membolak balik badanku, mencari apa ada luka parah disekeliling tubuhku.
“Aduh ca. Kamu apaan sih lebay banget. Aku gak papa kok, udah sembuh cuman kepala doang nih masih nyisa satu plester” Jawabku setengah jengkel karena tingkahnya.
“Yaampun Shi aku kan khawatir sama kamu. AKu takut banget waktu denger kabar kamu kecelakaan. Pikiran aku tuh langsung gak tenang. Aku mau jengukin kamu tapi kamunya malah gak mau yaudah aku jadinya cuman bisa nunggu sampai kamu balik kesekolah dan….Blphblhhph” AKu buru-buru membekap mulut caca dengan tanganku. Sumpah caca emang baik tapi dia itu super berisik makanya aku larang dia buat jenguk aku dirumah sakit ntar takutnya kepala ku makin keliyengan dengerin ocehannya dia yang gak ada habisnya.
“Emmm..shii…emmm” Telunjuk caca menunjuk-nunjuk kearah tangan ku yang masih memebekap mulutnya. Reflek aku melapaskan bekapanku.
“Haaaah… Kamu jahat banget sih. Hampir aja aku mau mati kehabisan nafas gara-gara kamu.” Protes caca atas kelakuan ku tadi
“Ya maaf deh. Habisnya kamu berisik.” Ujarku meminta maaf tapi nampaknya caca masih sok-sokan berakting kalau dia masih marah. “Yaelah ca aku udah minta maaf masak gak dimaafin sih. Nih ya kalau kamu marah sama aku terus siapa lagi dong yang mau jadi temen ku.” Ujarku memelas.
Aku tau banget pasti bentar lagi caca bakalan memeluk aku dan bilang “Yeshi.. AKu gak marah kok. Aku gak bakalan ninggalin kamu karena aku tau kamu itu orang yang baik jangan sedih lagi ya. AKu gak tega liat kamu sedih”
1.. 2.. 3 tuh kan bener caca emang gak bisa kalau harus pisah sama aku. Yaiyalah meskipun caca anak pinter tapi dia sama aja kayak aku, terkucilkan dari pergaulan anak sekelas karena suaranya yang berisik itu membuat telinga orang yang ada disekitarnya sakit. Hahaha



Kriiiing… Kriiing…
Bel tanda pergantian pelajaran pun berbunyi. Sekarang waktunya pelajaran guru paling galak disekolahan ini yaitu bu ana dan pelajaran yang diajarakan pun adalah pelajaran yang paling aku tidak sukai yaitu MATEMATIKA… Kenapa sih pelajaran seseram MATEMATIKA harus diajar guru-guru yang killer juga ? makin menambah suasana horror tau gak sih.
Aku berharap semoga hari ini ada keajaiban untuk ku, sekali ajadeh supaya namaku tidak dipanggil untuk mengerjakan soal yang ada dipapan tulis itu.
“Yeshi… kamu maju kerjakan soal nomor 3” Ujar bu ana sambil menunjuku
“MATI AKU” gumamku…. Kenapa aku lagi sih ?.....Sekilas aku melihat wajah Caca yang terlihat cemas akan kondisiku.
Seperti biasa sesampainya aku didepan papan. AKu hanya bisa berdiri terpaku kearah papan yang berisi soal-soal MATEMATIKA dan mengayun-ayunkan spidol yang ada ditanganku ini. AKu gak tau harus mengisi jawaban apa atas soal-soal ini. Aku benar-benar tidak paham.
“YESHI….. Ayo cepat kerjakan. Soal tidak akan terpecahkan kalau kamu hanya berdiam diri situ” Bentak Bu Ana..
Perlahan aku membalikan badan dan berkata dengan lemas “maaf bu yeshi gak bisa”
“Yeshi.. Yeshi sampai kapan kamu akan seperti ini. Kamu selalu saja tidak bisa menguasai dalam pelajaran yang ibu ajarkan. Selama ini ibu sudah susah-susah menjelaskan pelajaran ini sama kamu dan teman-teman kamu tapi hanya kamu murid yang sama sekali tidak menghargai ibu” Bentak Bu Ana.
AKu bener-bener malu meskipun aku sudah terbiasa mendapatkan perlakuan semacam ini tapi sungguh kali ini aku merasakan sakit hati yang luar biasa. Oh tuhan rasanya air mata ku memaksa untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Enggak, aku gak boleh nangis di dalam kelas ini, ini cuman akan menambah rasa  malu ku.
Sesegera mungkin aku berlari kearah mejaku dan menyambar tas yang ada dikursi. AKu langsung saja berlari keluar kelas tanpa menghiraukan teriakan dari Bu Ana. AKu sudah biasa melakukan ini saat Bu Ana mulai menyudutkan ku didepan semua teman kelasku.



AKu malu sama mereka, aku malu sama diriku sendiri, kenapa aku terlahir bodoh ? KENAPA ? Air mataku terus berjatuhan beriringan dengan langkah kakiku yang masih terus berlari. Aku masih menunduk tanpa melihat kearah jalan, aku pasrah ikut kemana langkah kakiku membawaku berlari.
GUBRAK!!
“Aduh..” Teriak ku reflek… Sepertinya aku sedang menabrak  pejalan kaki lainnya sampai tubuhku terpental jatuh. “Maaf ya..” Ujar ku masih dengan menunduk dan menepuk-nepuk tanganku yang kotor karena terkena pasir jalanan taman kota.
Nampaknya aku sudah berada ditaman kota, tempat favoritku untuk menyendiri. Cepat juga lariku tadi.
“Lain kali kalau sedang melamun gak usah sambil jalan ataupun lari” Sentak pejalan kaki yang aku tabrak tadi.
Sontak aku langsung mengangkat kepala ku dan menatap kearahnya. Dasar Cowok jahat.
“Aku kan udah minta maaf sih. Kok kamu malah sewot ?? lagian tadi kan yang jatuh aku sedangkan kamu enggak.” Sentak ku balik kearahnya. Em.. dipikir aku takut apa sama dia. Meskipun sepertinya dia lebih dewasa dari aku tapi yang namanya Yeshi gak pernah takut.
“Dasar bocah SMA labil, kamu pikir semua akan kembali membaik hanya dengan kata maaf ?”
“heh kok kamu malah nyolot sih lagian apanya yang membaik hah ? Emang ada yang luka dari kamu, gak ada kan. Gak usah drama deh.”
Percuma juga aku ngomong sama cowok jahat model kayak gini. Pasti cuman bakalan nambah sakit hatiku lagi. AKu berjalan meneruskan langkah ku dan berlalu meninggalkan cowok itu. AKu mengambil duduk dibangku taman paling sudut dan paling sepi. Saking sepinya sampai-sampai air mataku menetes lagi karena teringat kejadian dikelas tadi. AKu malu banget :’(.


3 menit berlalu tapi aku masih aja nangis . Apa sebegini lukanya hatiku karena omongan Bu Ana bukannya perkataan seperti itu sudah sering aku dengar dari Bu Ana. Bu Ana kan emang biasa marah-marah sama aku karena aku selalu tidak bisa disetiap pelajarannya.
Aku mulai sadar air mataku ini bukan semata-mata karena sakit hati atas perkataan bu Ana tapi aku menangis meratapi nasib diriku yang amat sangat bodoh ini.
“Ini aku ada saputangan buat hapus airmatamu.” Seorang cowok mengulurkan sapu tangannya padaku. Aku mengangkat kepalaku secara perlahan, aku lihat sosok itu dari bawah dan kemudian menuju kearah atas.
“Kamu lagi…” Ujar ku dengan nada tinggi, ternayata cowok jahat yang tadi tabrakan sama aku yang ngulurin saputangan. Bikin malah bĂȘte.
“udah pakek aja nih. Gak malu ya kalau diliatin orang lewat masak cewek nangis di taman kota sendirian pula”
“Makasi.” Aku mengusap air mataku dengan saputangan miliknya. Wangi banget nih bau saputangannya.
“Kamu pasti bolos ” Tebaknya
“kok tau ?” Tanya ku heran
“Keliatan sih. anak SMA masih pakek seragam keluyuran pas masih jam sekolah apalagi namanya kalau bukan bolos.”Ujarnya
“Aku tuh gak bolos sebenernya. Aku tadinya masuk sekolah tapi gara-gara pelajaran matematika aku langsung kabur.”
“Kabur ? Pasti gak bisa ngerjain soal dipapan ya ?”Tebaknya lagi
“Loh Kok kamu bisa tau lagi ?” Tanya ku keheranan. Ini cowok dukun peramal apa ya….
“Orang kayak kamu tuh  mudah ketebak. Baru juga dipancing statment ngawur kayak gitu langsung udah
ngaku aja.”
“Emang aku ngaku ? Aku kan gak bilang iya tadi.Aku cuman tanya kenapa kamu bisa tau.”
“Tapi intinya semua statmen ku emang bener kan ?”
“Iya yasih bener. Kamu ngapain sih ngikutin aku kesini. Mau ngajakin aku debat kusir ? Masih belum terima soal tabrakan tadi ? Mau nuntut aku ke kantor polisi ?”Tanya ku bertubi-tubi.
“Enggak.” Jawabnya singkat
“Terus ?”
“Aku mau bantu kamu buat nyelesain masalah kamu.”Ujarnya
“Maksutnya ?”Tanyaku semakin heran. Ini orang kok kayaknya misterius banget sih.
“AKu tau kamu punya masalah nilai akademik terutama pada pelajaran matematika kan ? Aku bersedia bantuin kamu.”
“Caranya ?”
“Aku bersedia jadi guru les privat kamu sampai kamu benar-benar bisa pelajaran matematika.”
“Emang kamu tuh jago matematika ? pakek sok-sokan ngajarin aku pelajaran matematika.” Ujarku meremehkannya.
“Aku gak bisa menjamin aku ini jago matematika atau enggak tapi seenggaknya sebagai salah satu mahasiswa jurusan pendidikan Matematika di salah satu universitas negeri dikota ini, aku bisa lah ya menyalurkan sedikit ilmu ku ke anak SMA yang nyaris prustasi kayak kamu ini.” Ujarnya dengan sombong.
Wuuuh.. Kurang ajar banget nih cowok pakek ngata-ngatain aku anak SMA yang nyaris prustasi… Hum sabar yeshi sabar. Aku gak boleh marah sama cowok ini lagian dia udah berbaik hati mau ngajarin Aku les matematika. Kan lumayan aku bisa diajarin sama cowok ganteng kayak dia ini. Ganteng ? kok aku jadi muji dia gini sih.
“heh gimana mau gak ?” Tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Em.. Yaudah sih kalau kamu maksa aku mau.” Jawabku
“Maksa ? Siapa juga yang maksa. Oke kalau kamu mau belajar sama aku tapi ada syaratnya.”
“Syarat ? Syarat apaan ? Soal gaji ? tenang aja nanti mama aku yang bakalan gaji kamu.”
“Bukan itu..”Jawabnya
“Terus apaan ?” Tanyaku heran
“Syaratnya adalah semua ini bersifat rahasia. Jadi jangan ada yang sampek tau kalau aku jadi guru les privat matematikamu. Siapapun itu, kamu gak boleh ngasih tau dan satu lagi aku bakalan nunggu kamu di perpusatakaan kota setiap jam setengah 2, gak boleh telat. Karena aku gak suka punya murid yang gak on time. Gimana kamu setuju ?”
“oke aku setuju.” Jawabku yakin. Emang agak aneh sih persyaratan yang dia buat terkesan kayak misterius aja tapi kenapa ya tadi aku begitu yakin menyetujuinya. Apa mungkin karena dia ganteng ? Woooh… Aku bukan tipe wanita yang mudah tertarik pada cowok ganteng.
“Oh ya nama kamu siapa ? Ya sebenernya sih gak penting buat tau nama kamu cuman berhubung mulai besok kamu bakalan jadi guru privat ku jadi aku harus tau nama kamu.”
“Nama ku Adi.” Jawabnya singkat tanpa menanyakan kembali siapa namaku. Sialan nih cowok sok gak butuh kenal aku ajadeh.
“Kalau namaku…”
“Yeshi Permatasari kan.?” Belum selesai aku memperkenalkan diri, dia udah langsung tau namaku dengan benar dan lengkap pula. Bener dugaan ku pasti ini cowok peramal.
“Kok kamu bisa tau sih ? Kamu peramal ya ? Atau kamu orang jahat yang udah lama ngincer aku ya ?” Dia hanya memandang tajam kearahku yang sedari tadi terus memberondolnya dengan berbagai macam tuduhan.
“Tuh” jarinya menujuk kearah dada sebelah kananku
“OH iya aku lupa kalau ada nama dada diseragamku. Hehehe” Ujar ku sambil cengengesan. Kenapa aku sampai lupa ya kalau diseragam sekolah ku ini ada nama dadanya. Duh.. menyesal aku sempat curiga yang enggak-enggak sama Adi.





Kring… Kring… Kring.. Kriing……
Akhirnya bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Setelah melihat Pak Puji keluar dari kelas, Aku langsung membereskan kotak pencil dan buku yang ada diatas mejaku lalu memasukkannya kedalam tasku. Setelah semua beres aku langsung tancap gas keluar kelas. Aku lupa tadi gak pamitan dulu sama caca. Sampai akhirnya caca teriak-teriak memanggil namaku dari depan pintu kelas. Mau gak mau aku harus menghentikan langkah lariku sejenak dan menunggunya berjalan menghampiri kearahku.
“Kamu mau kemana sih Shi ? Buru-buru banget biasanya kan kamu ke kantin dulu sebelum pulang buat beli es teh tapi kok sekarang malah main kabur aja, gak pamitan sama aku lagi.” Omel caca
“Oh ya tadi aku lupa, caca sayang. Aku buru-buru karena aku mau…” Sejenak aku menghentikan omonganku. Aku masih mencari-cari alasan apa yang tepat buat diomongin ke caca kan aku udah janji sama Adi supaya gak bilang masalah les ini ke siapa-siapa. “Aku mau anterin mama aku shopping, ca. Iya bener gitu.” Lanjutku. Aku rasa cuman itu satu-satunya alasan yang tepat.
“Shopping ? Yeshi emang kamu lupa apa kalau besok itu ada pelajarannya bu Ana dan bu Ana kan udah ngasih PR ke kita buat dikumpulin besok emang kamu gak ngerjain PRnya hah ? Kamu mau diomelin lagi.”
“Aduh caca iya aku gak lupa kok. Makanya udahan dulu ya ngomelnya, sekarang aku mau pulang biar cepet ngaterin shopping dan biar bisa ngerjain PRnya bu Ana juga. Oke ? Byeee…” Aku langsung pergi meninggalkan caca tanpa mendengarkan jawabannya dia. Kalau aku gak buru-buru pergi alamat dia bisa ngoceh gak selesai-selesai.


Sebelum memasuki ruangan perpustakaan kota terlebih dahulu aku melepaskan sepatu sekolah ku dan menaruhya di rak sepatu yang sudah disediakan sesuai dengan anjuran yang tertulis di depan pintu perpustakaan ini. Sejuk dan nyaman itulah kesan pertama saat aku mulai memasuki ruangan perpustakaan kota ini. Perpustakaannya lumayan bagus. Ada ACnya, banyak juga mejanya, dan yang pasti semua buku tertata rapi di rak-raknya masing-masing. Tanpa harus mengurus kartu keanggotaan perpus, karena emang aku kan gak niat minjem buku jadi gak perlu. Aku langsung mengambil duduk disalah satu bangku di sudut perpustakaan ini. Kayaknya disini nyaman deh. Bawah Ac soalnya. Hahaha


“Mana nih si Adi. Katanya nyuruh aku on time tapi dianya malah belum dateng.” Gumamku sambil melihat kesekeliling ruangan perpus. Aku melirik kearah jam tanganku yang masih menunjukan pukul 13:20 masih ada waktu 10 menit untuk menuju kata terlambat.
Daripada aku bosan nunggu dia mending aku baca novel punya ku dulu ah.. untung tadi aku bawa novel sendiri dari rumah.
“A Little White Lie” Aku mengeja judul novel yang hendak aku baca.
Baru aja aku mau membuka halaman pertama dari novel itu mendadak sudah duduk didepan ku seorang cowok yang wajahnya baru aku kenal kemaren ditaman kota
“astaga Adi. Sejak kapan kamu duduk disitu ?” Tanya ku kaget atas kedatangannya. Muncul darimana coba dia ? tadi aku liat dia belum ada disini masak baru ditinggal baca judul novel gak ada 10 detik aja dia udah duduk didepanku. Aneh…
“Kamu sih terlalu asik sama novel kamu itu makanya kamu gak menyadari kedatanganku.”Jawabnya santai
“Ah masak sih.. Eh kamu gak mandi ya ?” Tanya ku seraya mengamati pakaian yang dia kenakan masih sama seperti yang dia kenakan kemaren. Kaos polo shirt warna putih dan celana jeans serta sepatu kets warna biru seleret putih juga masih sama seperti yang kemaren. Ini anak gak punya pakaian sama sepatu lain apa ya?
“Emang harus ya mandi cuman buat ketemu sama cewek kayak kamu ini.”Jawabnya ketus
Ugh.. nyebelin banget. Nyesel aku udah tanya ke dia……. Dasar Cowok JAHAT !!!
“Yaudah ayo mulai belajarnya. Keluarin buku paket matematikamu.” Perintahnya dan aku pun menurutinya.
“Oke kalau gitu aku akan coba jelasin mulai dari bab pertama semester 2 ya.. nanti kita belajarnya santai aja gak usah terlalu serius takutnya kalau terlalu serius malah jadi tegang dan gak nyambung. Dan satu lagi kalau kamu masih gak nyambung juga sama yang aku ajarin kamu boleh mintak aku buat mengulanginya.” Ujarnya panjang lebar dan aku hanya mengangguk tanda mengerti.
“Kita mulai dari logika matematika subab biimplikasi nilai kebenaran kalimat majemuk. Biimplikasi atau bikondisional ialah suatu pernyataan majemuk yang berbentuk ”p jika dan hanya jika q” yang berarti “jika p maka q dan jika q maka p”. Biimplikasi sering disebut juga sebagai implikasi dua arah. Pernyataan “p jika dan hanya jika q” dilambangkan dengan “pq”. Pernyataan biimplikasi “pq” bernilai benar jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama (semua benar atau semua salah), sedangkan jika nilai kebenaran p dan q tidak sama maka p  q merupakan pernyataan yang salah……….
Astaga Adi itu ganteng banget sih kalau dilihat dari deket gini. Matanya teduh banget, Hidungnya mancung, kulit nya putih, badannya atletis dan bau wangi(meskipun dia gak mandi) mana dia pinter lagi.. meskipun kalau ngomong kadang suka galak tapi aku tau hatinya pasti baik banget. Buktinya aja dia mau dengan ikhlas ngajarin aku. Hem.. kalau cowok kayak gini sih namanya cowok tipe novel banget. Gak nyangka aku bisa kenal cowok yang sesempurna ini. Adi.. aku cuman mau bilang kalau kamu adalah jawaban dari segala impianku selama ini.
“Jadi gimana Yeshi kamu sudah mengerti dengan apa yang saya terangkan tadi” Ujarnya membuyarkan lamunan panjang ku.
“Aaaku ngerti kok.” Jawabku reflek. Aduh begooo ngerti apaan cobak ? daritadi aja aku gak dengerin sama apa yang dia omongin, malah aku keasyikan memperhatikan pesonanya dan ketampanannya
“Yaudah kalau kamu ngerti sekarang kamu coba kerjakan latihan soal dihalaman 8 ini ya..”
“Nggg… Kerjakan soal ya ? Sekarang ? Tapi aku gak ngerti. Hehehe” Ujar ku sambil cengengesan gak jelas.
terdengar desah nafas Adi yang menghela panjang. Pasti bentar lagi dia bakalan ngomelin aku lagi deh karna aku gak konsen. Ah… dia mah sama aja kayak guru-guru matematika aku yang lainnya, jahat.
“Yaudah gak papa. Aku terangin sekali lagi ya tapi kamu harus konsen” Ujarnya dengan sabar.
Hah ?Aku gak salah denger. Dia gak marah sama ku… Ya ampun ternyata dugaanku salah dia malah sabar banget ya menghadapi aku yang bodoh ini.
Adi... Adiii kamu buat aku melting hari ini.