Welcome to winda's diary

Jangan lupa baca kisah seru winda disini dan jangan lupa tingglakan pesan dan senyuman anda :))

Jumat, 31 Agustus 2012

Desa Kresek, Madiun

Waktu itu aku lupa ya tepatnya tanggal berapa kalau gak salah sih tanggal 22 agustus 2012. Nah pas itu aku ada di madiun, mudik gitu ceritanya. Waktu itu aku, kakak ku, mama, dan ayah ku habis aja selesai shalat shubuh, Niatnya sih mau nglanjutin tidur lagi tapi tiba-tiba ayahku ngajakin jalan-jalan ke ndungus dan desa kresek. bagi yang gak taug ndungus dan desa kresek itu apa aku beritau deh ndungus itu nama desa di madiun tempatnya pegunungan kayak di malang gitu. Nah kalau desa kreseknya itu sendiri adalah tempat dimana disana terdapat monumen keganasan PKI. Awalnya sih aku juga belum pernah kesana sama sekali cuman ayah sama mama ku bilangnya kayak gitu. Ok akhirnya aku pun menyetujui ide dadakan itu. Aku langsung ganti baju tanpa mandi.Hehehehe. Maklum kalau pakai mandi ntar kelamaan dan keburu siang.
Jam 6.00 aku sekeluarga langsung cap cus meluncur ke ndungus dan ke desa kresek, menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk sampai disana. Di sepanjang jalan aku merasakan hawa dingin yang sama persis ketika aku sedang berada di malang. Pemandangan disini juga masih alami banyak lereng-lereng sawah yang membentang hijau dan gubuk-gubuk kecil di tengahnya semakin membuat keasrian tempat ini. Jalannya juga berliku-liku. Pokoknya tempatnya istimewa.
Akhirnya setelah melewati desa ndungus, aku pun sampai di depan monumen keganasan PKI di desa Kresek.
Ini narsis yang peratama 

Setelah itu aku pun memasuki arena monumen keganasan PKI dan gak lupa aku juga mntak foto bareng hlo sama patung" yang disana.



ini patung yang melambangkan anak indonesia yangt lagi baca puisi

Ini tulisan yang isinya di sahkannya monumen ini.


Kayak gini nih jahatnya PKI yang ngebunuh orang-orang yang tidak berasalah.


Ini dia patung yang mengambarkan mayat-mayat warga yang telah di bunuh para PKI


Ngomong-ngomong soal kejahatan PKI. Mama ku punya cerita nih. Jadi dulu waktu mama ku di SMA, mama ku pernah di ceritain sama kepala sekolahnya kalau kepala sekolahnya mama ku sempat jadi tawanan PKI. Jadi gini PKI itu membunuh orang-orang yang pinter dan rata" mereka adalah para sarjana  termasuk kepala sekolahnya mama ku. Beliau di culik dan di sembunyikan di tumpukan pari bersama dengan tawanan-tawanan lainnya. Tetapi alhamdulillah nasib baik berpihak pada kepala sekolahnya mama ku itu, Jadi waktu itu dia sempat di tolong oleh warga sekitar. Beliau selalu di beri makan secara diam-diam dan sanpai akhirnya beliau bisa kabur, tetapi nasib tragis harus di terima oleh tawanan-tawanan lain yang belum sempat menyelamatkan diri mereka.Hingga akhirnya mereka mati mengenaskan di tangan para PKI itu.


Dan ini adalah nama-nama korban kejahatan PKI.



Nah itu tadi adalah sekelumit cerita tentang perjalanan ku berlibur dadakan di tempat bersejarah. Semoga next time aku dan keluarga bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya ;)

 

Selasa, 07 Agustus 2012

03 Januari 1995

Ada apa dengan 03 Januari 1995 ?? 03 Januari 1995 adalah tanggal yang bersejarah dalam hidup ku. Kenapa ??? karena pada tanggal itu aku telah terlahir di dunia ini sebagai anak kedua dari orang tua ku. Yuhuuu Pada tanggal itu pula banyak kisah yang tak tertuliskan tapi cukup kuat untuk selalu di ingat oleh mama ku.
Mama pernah menceritakan padaku kronologi pengeorbanan melahirkan ku yang cukup gokil dan cukup mengahrukan pula.
Yukk cus kita simak ceritanya !!!!


Sehari sebelumnya ( 2 Januari 1995 )
Malam hari itu menjadi malam yang seolah mencekam bagi mama ku. Mama ku merasakan kesakitan pada perutnya. Mungkin ini tanda-tanda aku akan di lahirkan ke dunia ini tapi mama ku mencoba menahan rasa sakit ini sampai besuk pagi. Mama mencoba  untuk meredam rasa sakit di perutnya dengan tiduran di kasur. Mama berharap bisa tidur terlelap malam ini dan keesokan harinya bisa ke bidan untuk mengeluarkan ku dari perutnya itu, tapi yang namanya godaan pasti bisa muncul kapan saja  ???Yah kali ini godaan mucul dari kakak ku. Kakak ku yang memiliki nama Lisa Dyah Ayu Regiana ini lahir 2 tahun sebelum aku dilahirkan, bocah tengil berumur 2 tahun itu sungguh menyebalkan. Yah... Bagaimana dia tidak meyebalkan kalau ternyata calon kakak ku ketika itu memiliki berbagai sifat aneh, misalnya dia suka banget beli jajan tapi di gak mau kalau cuman beli 1bungkus dia maunya harus 1 pack, masih untung kalau itu jajan di makan ternyata tidak jajan-jajan yang sudah di belikan ortu ku buat dia ternyata habis di bagikan percuma ke semua teman-temanya. Kalau sekali-kali berbagi sih gak papa tapi kalau tiap hari begini caranya bisa bangkrut ortu ku, sifat aneh berikutnya adalah kakak ku suka banget jalan-jalan keluar rumah pas jam 2 malem. Nah hlo ngeri kan ??? Nah sifat ini nih yang muncul ketika dini haru itu calon kakaku ngerek-rengek ke mama ku buat dianterin jalan-jalan. Double whatt... Gak ngerti orang lagi sakit apa ya nih bocah ????Jelas aja mama ku tegas mengatakan "Double Nooo" dan akhirnya meledaklah suara tangisan bocah tengil itu hingga membuat calon nenek ku ketika itu menuruti ke inginannya
Huh.... akhirnya satu masalah teratasi :))


Hari Hnya (3 Januari 1995)
Pagi itu rasa sakit di perut mama sudah menghilang dan mama ku memutuskan untuk sarapan sebelum berangkat ke bidan. Tapi ketika mama ku hendak mengambil makanan tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi dan rasa sakit itu sudah tidak bisa tertahankan lagi. Akhirnya mama ku pergi lah ke bidan dengan menggunakan becak. Mamam ku yang ketika itu di antar oleh tetangga yang masih ada hubungan saudara jauh dengan keluarga ku terus merasakan kesakitan yang amat luar biasa tapi untung mama ku bukan orang yang lebay jadi dia gak pakeg tuh yang namanya jeritan super alay kayak misalnya "Aduhh aw aw... cepetan donk gak tahan...". Mama ku cukup beristighfar aja nyebut nama ALLAH sampai akhirnya mama ku ngerasa aku udah pengen keluar aja. Mama ku terus berdo'a dalam hati supaya aku gak di lahirin di becak pasti mama ku bakal malu banget kalau aku sampeg lahir di becak apalagi pas itu jam-jamnya anak sekolah berangkat ke sekolah. Gak ngebayangin gimana jadinya pasti tuh jalanan bakalan mancet karena anak-anak sekolah dan para pengemudi di jalanan pada ngerubunin seorang ibu-ibu yang nglahirin bayi di becak dan pasti mereka pada bilang " Kasian ya tuh bayi pasti ntar dia malu kalau di tanyaiin tempat lahirnya. Becak men..."
ok setelah  beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga nih becak di bidan. Mama ku langsung memasuki ruangan bersalin, tentu saja dengan di dampingi tetangga nenek ku itu.
"tunggu sebentar ya, bu. Saya siapkan peralatannya dulu"
Setelah tak lama menunggu akhirnya bidan itu mulai mengarahkan mama ku
"Ambil nafas bu" "Tekan, bu"

"Owek... Owek..."
Alhamdulillah akhirnya leluar juga nih jabang bayi
Huft....

"Selamat ya bu anaknya perempuan. Ibunya pinter nih melahirkannya gampang" Ucap bidan itu sambil memperlihatkan wujudku ke mama ku dan yang pertama kali organ tubuh yang di lihat sama mama ku adalah Jari tangan dan Jari kaki
"Alhamdulillah lengkap" gumam mama ku dalam hati
Kata mama ku dulu waktu di lahirin bayi ku tuh mirip kaya miken tyson petinju hedab di dunia itu ???Gede dan item
Sadis men......
Mama ku begitu bangga melahirkan aku tapi di samping itu mama sedih karena setiap melahirkan anak-anaknya  tiada sosok seorang suami disampingnya. Nah hlo suaminya kemana ? ilang ? bukan.... Jadi waktu itu ayahku lagi dinas di surabaya jadi dapet ijin pulangnya beberapa hari setelah aku di lahirkan, begitu juga dengan kakak ku ketika kakak ku di lahirkan ayah ku sedang berlayar. Maklum resiko seorang TNI-AL :))


Tapi setelah aku tumbuh besar dan menjadi seorang anak-anak yang masi unyu-unyu aku bukanlah seorang mike tyson. Justru kebalikanya aku tumbuh dengan badan yang kurus, rambut sedikit dan tentunya aku tidak berkulit hitam:))

You'll Never Walk Alone


when you walk through a strom
hold your ead up high
and don’t be afraid of the dark
and the end of the strom
is golden sky
and the sweet silver song of a lark

walk on through the rain
walk on through the win
though your dream be tossed
and blown....

walk on walk on....
with hope in your heart
and you’ll never walk alone....

you’ll never walk alone