Ada apa dengan 03 Januari 1995 ?? 03 Januari 1995 adalah tanggal yang bersejarah dalam hidup ku. Kenapa ??? karena pada tanggal itu aku telah terlahir di dunia ini sebagai anak kedua dari orang tua ku. Yuhuuu Pada tanggal itu pula banyak kisah yang tak tertuliskan tapi cukup kuat untuk selalu di ingat oleh mama ku.
Mama pernah menceritakan padaku kronologi pengeorbanan melahirkan ku yang cukup gokil dan cukup mengahrukan pula.
Yukk cus kita simak ceritanya !!!!
Sehari sebelumnya ( 2 Januari 1995 )
Malam hari itu menjadi malam yang seolah mencekam bagi mama ku. Mama ku merasakan kesakitan pada perutnya. Mungkin ini tanda-tanda aku akan di lahirkan ke dunia ini tapi mama ku mencoba menahan rasa sakit ini sampai besuk pagi. Mama mencoba untuk meredam rasa sakit di perutnya dengan tiduran di kasur. Mama berharap bisa tidur terlelap malam ini dan keesokan harinya bisa ke bidan untuk mengeluarkan ku dari perutnya itu, tapi yang namanya godaan pasti bisa muncul kapan saja ???Yah kali ini godaan mucul dari kakak ku. Kakak ku yang memiliki nama Lisa Dyah Ayu Regiana ini lahir 2 tahun sebelum aku dilahirkan, bocah tengil berumur 2 tahun itu sungguh menyebalkan. Yah... Bagaimana dia tidak meyebalkan kalau ternyata calon kakak ku ketika itu memiliki berbagai sifat aneh, misalnya dia suka banget beli jajan tapi di gak mau kalau cuman beli 1bungkus dia maunya harus 1 pack, masih untung kalau itu jajan di makan ternyata tidak jajan-jajan yang sudah di belikan ortu ku buat dia ternyata habis di bagikan percuma ke semua teman-temanya. Kalau sekali-kali berbagi sih gak papa tapi kalau tiap hari begini caranya bisa bangkrut ortu ku, sifat aneh berikutnya adalah kakak ku suka banget jalan-jalan keluar rumah pas jam 2 malem. Nah hlo ngeri kan ??? Nah sifat ini nih yang muncul ketika dini haru itu calon kakaku ngerek-rengek ke mama ku buat dianterin jalan-jalan. Double whatt... Gak ngerti orang lagi sakit apa ya nih bocah ????Jelas aja mama ku tegas mengatakan "Double Nooo" dan akhirnya meledaklah suara tangisan bocah tengil itu hingga membuat calon nenek ku ketika itu menuruti ke inginannya
Huh.... akhirnya satu masalah teratasi :))
Hari Hnya (3 Januari 1995)
Pagi itu rasa sakit di perut mama sudah menghilang dan mama ku memutuskan untuk sarapan sebelum berangkat ke bidan. Tapi ketika mama ku hendak mengambil makanan tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi dan rasa sakit itu sudah tidak bisa tertahankan lagi. Akhirnya mama ku pergi lah ke bidan dengan menggunakan becak. Mamam ku yang ketika itu di antar oleh tetangga yang masih ada hubungan saudara jauh dengan keluarga ku terus merasakan kesakitan yang amat luar biasa tapi untung mama ku bukan orang yang lebay jadi dia gak pakeg tuh yang namanya jeritan super alay kayak misalnya "Aduhh aw aw... cepetan donk gak tahan...". Mama ku cukup beristighfar aja nyebut nama ALLAH sampai akhirnya mama ku ngerasa aku udah pengen keluar aja. Mama ku terus berdo'a dalam hati supaya aku gak di lahirin di becak pasti mama ku bakal malu banget kalau aku sampeg lahir di becak apalagi pas itu jam-jamnya anak sekolah berangkat ke sekolah. Gak ngebayangin gimana jadinya pasti tuh jalanan bakalan mancet karena anak-anak sekolah dan para pengemudi di jalanan pada ngerubunin seorang ibu-ibu yang nglahirin bayi di becak dan pasti mereka pada bilang " Kasian ya tuh bayi pasti ntar dia malu kalau di tanyaiin tempat lahirnya. Becak men..."
ok setelah beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga nih becak di bidan. Mama ku langsung memasuki ruangan bersalin, tentu saja dengan di dampingi tetangga nenek ku itu.
"tunggu sebentar ya, bu. Saya siapkan peralatannya dulu"
Setelah tak lama menunggu akhirnya bidan itu mulai mengarahkan mama ku
"Ambil nafas bu" "Tekan, bu"
"Owek... Owek..."
Alhamdulillah akhirnya leluar juga nih jabang bayi
Huft....
"Selamat ya bu anaknya perempuan. Ibunya pinter nih melahirkannya gampang" Ucap bidan itu sambil memperlihatkan wujudku ke mama ku dan yang pertama kali organ tubuh yang di lihat sama mama ku adalah Jari tangan dan Jari kaki
"Alhamdulillah lengkap" gumam mama ku dalam hati
Kata mama ku dulu waktu di lahirin bayi ku tuh mirip kaya miken tyson petinju hedab di dunia itu ???Gede dan item
Sadis men......
Mama ku begitu bangga melahirkan aku tapi di samping itu mama sedih karena setiap melahirkan anak-anaknya tiada sosok seorang suami disampingnya. Nah hlo suaminya kemana ? ilang ? bukan.... Jadi waktu itu ayahku lagi dinas di surabaya jadi dapet ijin pulangnya beberapa hari setelah aku di lahirkan, begitu juga dengan kakak ku ketika kakak ku di lahirkan ayah ku sedang berlayar. Maklum resiko seorang TNI-AL :))
Tapi setelah aku tumbuh besar dan menjadi seorang anak-anak yang masi unyu-unyu aku bukanlah seorang mike tyson. Justru kebalikanya aku tumbuh dengan badan yang kurus, rambut sedikit dan tentunya aku tidak berkulit hitam:))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar