Jika kita berbicara tentang Ibu maka tidak akan ada habisnya
kita membicarakannya. “Ibu itu segalanya” “Ibu itu Malaikat” “Ibu itu penjaga
yang sempurna” “Ibu itu bawel.” “Ibu suka marah-marah” yah itulah kata-kata
yang mungkin sering kita dengar atau yang sering kita ucapkan jika kita
berbicara tentang ibu. Coba kita tengok
ke wajah Ibu kita masing-masing . Mungkin sekarang wajahnya tak semuda dulu,
umurnya yang bertambah membuat wajahnya terlihat menua, mungkin raga Ibu kita
tak sekuat dulu umur yang membuat beliau gampang lelah, Tapi taukah kalian di
balik sosoknya yang terlihat tua dan lelah ibu masih punya seseuatu yang sangat kuat dan
tak akan pernah lemah sampai akhir hayatnya. Kita pasti tau sesuatu itu apa ?
Yaps…. Seseuatu itu adalah Jiwa. Jiwa Ibu tak pernah lelah untuk menyayangi
Kita, buah hatinya. Jiwa itu tak pernah lelah merangkul kita saat jiwa kita
lemah, Jiwa Ibu tak pernah padam karena Jiwa Ibu adalah Api semangat untuk kita
menjalani hidup. Itu semua adalah sedikit dari wujud kasih sayang Ibu kepada
kita karena masih banyak wujud kasih sayangnya yang lain. Kasih sayang Ibu yang diberikan untuk kita sangat lah besar
bahkan Emas pun tak mampu membayarnya. Pernah kita berfikir bahwa “Ibu tak
pernah sayang kita, Ibu egois” Coba kau pikirkan ulang kata-kata kita. Jika Ibu
tak sayang pada kita dan egois, Ibu tak akan mau susah-susah merusak bodinya
demi mengandung kita selama 9 bulan. Jika Ibu egois, Ibu tak akan sudi bertaruh
nyawa saat melahirkan kita dan Jika Ibu tak sayang kita Ibu tak akan mau
merawat kita sampai sekarang.
Coba kita renungkan bersama. Banyak orang di luar sana yang tak sempat atau yang sudah tak bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu karena Ibunya telah ‘pergi’. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang Ibu, mereka ingin seperti kita yang setiap saat bisa merasakan sentuhan kasih sayang seorang Ibu. Seharusnya kita bisa merasakan bahwa ALLAH masih sayang sama kita. ALLAH masih mengijinkan kita dirawat oleh tangan lembut seorang Ibu.
Sekarang coba tatap mata ibu kita. Apa pernah sekali saja kita mengatakan bahwa kita mencintai Ibu dan mau mebasuh kakinya ?Seperti saat Ibu merawat kita yang masih bayi. Pasti akan jarang sekali yang menjawab ‘pernah’.
Maka inilah saatnya kita berterimaksih pada Ibu atas segala jasanya pada kita . Mendekatlah ke arah Ibu kalian, Rangkullah Beliau, Bisikan bahwa kalian mencintai mereka katakan bahwa kau sangat bersyukur memilikinya dan ucapkan terimakasih atas segala pengorbanannya lalu kemudian basuh kaki Ibu agar kalian bisa benar-benar merasakan bahwa Surga Dibawah telapak kaki IBU J
Coba kita renungkan bersama. Banyak orang di luar sana yang tak sempat atau yang sudah tak bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu karena Ibunya telah ‘pergi’. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang Ibu, mereka ingin seperti kita yang setiap saat bisa merasakan sentuhan kasih sayang seorang Ibu. Seharusnya kita bisa merasakan bahwa ALLAH masih sayang sama kita. ALLAH masih mengijinkan kita dirawat oleh tangan lembut seorang Ibu.
Sekarang coba tatap mata ibu kita. Apa pernah sekali saja kita mengatakan bahwa kita mencintai Ibu dan mau mebasuh kakinya ?Seperti saat Ibu merawat kita yang masih bayi. Pasti akan jarang sekali yang menjawab ‘pernah’.
Maka inilah saatnya kita berterimaksih pada Ibu atas segala jasanya pada kita . Mendekatlah ke arah Ibu kalian, Rangkullah Beliau, Bisikan bahwa kalian mencintai mereka katakan bahwa kau sangat bersyukur memilikinya dan ucapkan terimakasih atas segala pengorbanannya lalu kemudian basuh kaki Ibu agar kalian bisa benar-benar merasakan bahwa Surga Dibawah telapak kaki IBU J
Untu kalian para wanita jangan lupa untuk mengunjungi web
perempuan.com di www.perempuan.com supaya kita para wanita selalu update tentang
artikel-artikel kesehetan, kecantikan, dan seputar gaya hidup

Tidak ada komentar:
Posting Komentar