Sebelum aku cerita tentang sarangan dan beserta mitos-mitosnya, aku mau ceita dulu nih tentang BT'nya aku waktu aku diajakin ke sarangan. Nah loh kok BT ? Bukanya harusnya seneng kan liburan ? Yalah BT karena rencana itu dadakan banget secara waktu itu aku gak bawa baju banyak buat dipilih-pilih karena bajuku ada di rumah nenek yang dari mamaku. Setelah dirayu-rayu sama mama, ayah, dan adek keponakan-keponakan ku(Ih.. Malu banget masak udah gede ngabek'an) akhirnya aku mau untuk berangkat. Finally, aku fix mau ikut ke sarangan bareng keluarga dan sodara-sodara dari pihak ayahku naik sepeda motor. Brum..Brum.. Brum..
Aku berangkat dari rumah sekitar jam setengah 11an lah dan menempuh waktu kurang lebih satu setengah jam'an untuk nyampek ke telaga sarangannya. Aku ceritain ya jalanan untuk menuju ke tempat wisata telaga sarangan itu cukup ekstrem kerena jalannya yang cukup menanjak dan tikungan yang amat lumayan menikung(Yailah namanya juga jalanan menuju lereng gunung lawu) itu sungguh membuat hati was-was. Yaealah gimana gak was-was cobak kalau nih seandainya motor kami tiba-tiba merosot gimana ? Nah... Itu masalah yang waktu itu sempat kami hadapin. Kami sempet ragu untuk naik keatasnya dengan menggunakan motor tapi setelah dipikir-pikir jaman sekarang bemo yang dulu emang ada buat nganterin sampek ke telaga sarangan, sekarang udah gak ada terus kita mau naik apa lagi kalau gak naik motor ?. Akhirnya setelah berunding kami memperkuat tekad yang lebih kuat dari lapisan baja untuk naik keatas dengan menggunakan motor.
Perjalanan yang tadi aku fikir akan menyeramkan ternyata tidak menyeramkan tapi sungguh menakjubkan aku lihat jalan yang berkelok, dibawahnya kita bisa melihat ada hamparan sawah-sawah yang hijau nan asri, lalu jika kita melihat keatas maka kita akan melihat gunung lawu yang diselimuti awan mendung, dan udara yang sejuk dan dingin membuat ku lebih relaks.
Sebelum sampai ke telaga sarangan aku melewati sebuah telaga yang awalnya aku kira itu adalah telaga sarangan tapi ketika aku tanya ke ayah ku, beliau bilang itu bukan telaga sarangan tapi telaga wurung atau yang sekarang namanya di ubah jadi telaga Wahyu. Kenapa namanya telaga wurung dan kenapa kok sekarang di ganti nama jadi telaga wahyu ?Ayah ku menjawab begini "Dulu konon mitosnya jika ada sepasang kekasih yang melewati telaga ini maka mereka akan putus.Kalau orang jawa bilang, Wurung. Nah makanya mungkin untuk sedikit menghilangkan mitos itu maka namanya di ganti telaga wahyu.". Ohhh begitu.... aku paham.
Setelah menempuh kurang lebih setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai juga ketempat tujuan yaitu TELAGA SARANGAN......
yeeeeyyy... Untuk biaya masuk ke tempat wisata ini cukup dengan membayar 20rb untuk setiap motor dan parkir motor seharga 2rb saja. Murah to......
Dari pintu masuk menuju ke Telaga Sarangan lumayan jauh jika ditempuh dengan jalan kaki. But... Don't worry be happy karena disepanjang perjalanan menuju ke telaga sarangan banyak orang berjualan mulai dari baju, makanan, buah-buahan,dll jadi kalian bisa jalan santai sambil cuci mata.
![]() |
| Narsis pertama di dekat pintu masuk |
Setelah kurang lebih 10 menit'an aku dan keluarga ku berjalan kaki. Akhirnya kami menemukan air ituuu... Akhirnya kita...aaa plak(Alay banget!). Akhirnya kita sampai juga di telaga Sarangan emang bener wonderfull banget. Bagus dan kebetulan waktu itu airnya lagi dalam keadaan gak tenang jadi berombak. Hal itu justru membuat aku tertantang buat naik speed boot. Oke... harga speed bootnya 50 rb untuk 5 orang. Yaa... Harga yang emang gak murah tapi emang rata-rata segitu.
![]() |
| Ini foto sesudah keliling danau pakai speed boot. |
![]() |
| Narsis pakai Topi baru |
![]() |
| mama lagi action pakek topiku di toko baju |
![]() |
| Mama dan mbak Lisa sibuk pilih-pilih baju. |
Oh ya akhirnya di toko ini mbak ku berhasil memebeli daster dengan harga yang murah loh, tapi aku lupa berapa harganya. Setelah membeli baju rencananya kami mau membeli sandal karena kebetulan waktu itu kaki mama lecet karena pakai high heels tapi rencana itu gak jadi karena harga sandalnya mahal-mahal lebih mahal setengah harga dari harga di sidoarjo :p. hehehe.
Setelah puas jalan-jalan dan waktu sudah menunjukan jam 3 sore kami memutuskan untuk pulang. Tak lupa mama belanja sayur-sayuran, yang memang disana harga sayur-sayuran sangat murah, untuk di jadikan oleh-oleh buat nenek dirumah. :)
pokoknya liburan ke sarangan ini gak akan aku lupain keseruannya. semoga kedepannya winda bisa berlibur seru lagi ya guys... biar bisa berbagi cerita sama kalian lagi..... :)
Sampai bertemu di cerita-cerita lainnya :)






luamyan menghibur mbak hahahaha kpn ke sarangan lagi?
BalasHapusMakasih dek :)
BalasHapusBelum tau.. Mungkin taun depan. Kamu juga hbs ke sarangan dek ?