Hadir menjadi orang ketiga dari sebuah hubungan cinta
seseorang itu emang gak enak. Mungkin kita akan merasa jika orang yang kita
cintai juga mencintai kita tapi apa iya seutuhnya seperti itu ?Mungkin tidak...
“Rend, Sampai kapan ya hubungan kita kayak gini ?”Tanyaku pada Rendi
“Kayak gini gimana sih maksutnya ?Bukannya dulu kamu yang setuju buat jadi….”Belum selesai Rendi berbicara aku seakan sudah tau apa yang akan dia katakan “Selingkuhan ?”
“Ros, aku itu sayang sama kamu. Kamu percaya deh sama aku.”Ucap Rendi meyakinkanku
“Aku sih pengennya percaya tapi hati aku yang semakin gak yakin. Kalau kamu emang beneran sayang sama aku ya kamu tinggalin Ana dong buat aku.”Pintaku
“Gak bisa gitu donk Ros. Ana itu yang duluan jadi pacar aku jadi gak mungkin aku mutusin dia.”
“yaudah kalau gitu biarin aku aja yang mundur dari hubungan ini.”Ujarku pasrah
“Enggak… Aku gak mau kamu ninggalin aku. Aku sayang sama kamu Rosa aku mohon kamu tetap disini sama aku.” Aku selalu luluh setiap kali aku melihat Rendi memohon sama aku. Aku jadi selalu gak tega buat ninggalin dia.
Semakin hari aku merasa semakin tersiksa dengan hubungan ini. Yang namanya menjadi orang ketiga itu ya kita gak pernah jadi yang utama di hati pasangan kita, Kita gak pernah jadi orang pertama yang dia kangenin, kita gak pernah jadi orang yang bener-bener bisa dia sayangin, dan keberadaan kita selalu tersembunyi. Dia emang ada tapi kerasa gak nyata di hati kita.
Hari ini aku bertekad untuk menceritakan hubungan ku sama Rendi yang selama ini pada Ana. Aku tau ini akan menyakitkan buat dia tapi dengan begini mungkin Rendi bisa milih antara aku atau Ana.
“Jadi selama ini kamu jadi selingkuhannya Rendi.”Ana terlihat kaget mendengar cerita dari aku
“maafin aku ya ana”Pinta ku dengan perasaan menyesal.
Ana pun segera menelpon Rendi untuk minta penjelasan dan meminta ketegasan padanya. Ana gak akan memaksa Rendi untuk tetap bersamanya jika memang Rendi ingin pergi.
“Sekarang dihadapan mu udah ada 2 wanita yang kamu cintai dan juga kamu sakitin Ren. Sekarang kamu harus milih salah satu diantara kita. Aku gak akan maksa kamu untuk tetep milih aku. Semua keputusan ada di kamu.” UJar Ana pasrah. Aku hanya bisa tertunduk dan merasa bersalah karena semua ini. Aku dan Ana sama-sama wanita jadi aku tau seperti apa perasaan Ana saat ini.
“Aku…..” “ Akuuu..”Rendi tampak bingung berulang kali dia menelan ludah dan menghentikan omongannya. Rendi kemudian menggenggam tanganku erat dan menatap mataku dalam. Aku rasa
Rendi akan memilih ku.
“Rosa kamu tau kan aku sangat sayang sama kamu ?”Ujar Rendi padakau dan aku pun hanya bisa membalasnya dengan senyum. Hatiku merasa tersentuh dengan ucapannya aku semakin yakin bahwa aku lah yang dipilih oleh Rendi. “Tapi… maaf aku gak bisa ninggalin Ana untuk kamu karena aku gak pernah bisa untuk jauh dari Ana.”Lanjutnya. Hatiku yang tadinya seperti menari-nari diatas awan kini seakan terhempas badai dan hancur terjatuh setelah mendengar ucapan Rendi. Butiran air mata pun tak sanggup ku sembunyikan hingga jatuh menetes begitu saja. Aku gak boleh nyerah aku harus berusaha untuk membangun sebuah garis senyum di bibir karena aku tau mungkin ini semua yang terbaik.
“Rend, Sampai kapan ya hubungan kita kayak gini ?”Tanyaku pada Rendi
“Kayak gini gimana sih maksutnya ?Bukannya dulu kamu yang setuju buat jadi….”Belum selesai Rendi berbicara aku seakan sudah tau apa yang akan dia katakan “Selingkuhan ?”
“Ros, aku itu sayang sama kamu. Kamu percaya deh sama aku.”Ucap Rendi meyakinkanku
“Aku sih pengennya percaya tapi hati aku yang semakin gak yakin. Kalau kamu emang beneran sayang sama aku ya kamu tinggalin Ana dong buat aku.”Pintaku
“Gak bisa gitu donk Ros. Ana itu yang duluan jadi pacar aku jadi gak mungkin aku mutusin dia.”
“yaudah kalau gitu biarin aku aja yang mundur dari hubungan ini.”Ujarku pasrah
“Enggak… Aku gak mau kamu ninggalin aku. Aku sayang sama kamu Rosa aku mohon kamu tetap disini sama aku.” Aku selalu luluh setiap kali aku melihat Rendi memohon sama aku. Aku jadi selalu gak tega buat ninggalin dia.
Semakin hari aku merasa semakin tersiksa dengan hubungan ini. Yang namanya menjadi orang ketiga itu ya kita gak pernah jadi yang utama di hati pasangan kita, Kita gak pernah jadi orang pertama yang dia kangenin, kita gak pernah jadi orang yang bener-bener bisa dia sayangin, dan keberadaan kita selalu tersembunyi. Dia emang ada tapi kerasa gak nyata di hati kita.
Hari ini aku bertekad untuk menceritakan hubungan ku sama Rendi yang selama ini pada Ana. Aku tau ini akan menyakitkan buat dia tapi dengan begini mungkin Rendi bisa milih antara aku atau Ana.
“Jadi selama ini kamu jadi selingkuhannya Rendi.”Ana terlihat kaget mendengar cerita dari aku
“maafin aku ya ana”Pinta ku dengan perasaan menyesal.
Ana pun segera menelpon Rendi untuk minta penjelasan dan meminta ketegasan padanya. Ana gak akan memaksa Rendi untuk tetap bersamanya jika memang Rendi ingin pergi.
“Sekarang dihadapan mu udah ada 2 wanita yang kamu cintai dan juga kamu sakitin Ren. Sekarang kamu harus milih salah satu diantara kita. Aku gak akan maksa kamu untuk tetep milih aku. Semua keputusan ada di kamu.” UJar Ana pasrah. Aku hanya bisa tertunduk dan merasa bersalah karena semua ini. Aku dan Ana sama-sama wanita jadi aku tau seperti apa perasaan Ana saat ini.
“Aku…..” “ Akuuu..”Rendi tampak bingung berulang kali dia menelan ludah dan menghentikan omongannya. Rendi kemudian menggenggam tanganku erat dan menatap mataku dalam. Aku rasa
Rendi akan memilih ku.
“Rosa kamu tau kan aku sangat sayang sama kamu ?”Ujar Rendi padakau dan aku pun hanya bisa membalasnya dengan senyum. Hatiku merasa tersentuh dengan ucapannya aku semakin yakin bahwa aku lah yang dipilih oleh Rendi. “Tapi… maaf aku gak bisa ninggalin Ana untuk kamu karena aku gak pernah bisa untuk jauh dari Ana.”Lanjutnya. Hatiku yang tadinya seperti menari-nari diatas awan kini seakan terhempas badai dan hancur terjatuh setelah mendengar ucapan Rendi. Butiran air mata pun tak sanggup ku sembunyikan hingga jatuh menetes begitu saja. Aku gak boleh nyerah aku harus berusaha untuk membangun sebuah garis senyum di bibir karena aku tau mungkin ini semua yang terbaik.
Aku percaya Tuhan telah memiliki rencana
terindah untukku. Mungkin saat ini aku memang tidak ditakdirkan untuk
bersamanya tapi aku yakin jika memang Tuhan menggariskan jalan ku bersamanya
maka aku akan bersamanya suatu saat nanti dan aku akan menjadi satu-satunya
orang yang ada dihati bukan lagi menjadi orang yang kedua. Aku harus ikhlas
untuk melepaskan Rendi untuk saat ini karena jika aku dan dia berjdodoh kita
pasti akan bertemu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar